SMP Reformasi Plus Gelar Kegiatan Kokurikuler, Orang Tua Beri Dukungan Langsung kepada Siswa
Noelbaki,Reformasiedu.id– SMP Reformasi Plus menggelar kegiatan kokurikuler bagi siswa kelas VII dan VIII di Aula Sekolah Reformasi Plus pada Sabtu (13/06/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri para orang tua siswa yang datang untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan penampilan putra-putri mereka.
Berbagai penampilan yang dipersembahkan siswa menjadi wujud hasil pembelajaran kokurikuler yang telah mereka ikuti. Kehadiran para orang tua semakin menambah semangat para siswa untuk tampil percaya diri di hadapan penonton.
Kepala SMP Reformasi Plus, Dance Matasina, S.Pd., Gr.,mengatakan bahwa kegiatan kokurikuler menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga kreativitas, keterampilan, dan karakter.
“Melalui kegiatan kokurikuler ini, kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada setiap siswa untuk mengeksplorasi potensi diri mereka. Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda, sehingga sekolah berkewajiban menyediakan kesempatan agar mereka dapat berkembang, berani tampil, bekerja sama, serta semakin percaya diri dalam menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” ujar Dance.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Reformasi Plus, Adriana D. Kadrina, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar jam pelajaran intrakurikuler. Kegiatan tersebut dirancang untuk menguatkan, memperdalam, sekaligus memperkaya pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari di kelas.
“Kegiatan kokurikuler membantu siswa menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa tidak hanya memahami materi secara konsep, tetapi juga mampu menerapkannya melalui pengalaman langsung,” jelas Adriana.
Ia menambahkan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan kokurikuler adalah membentuk karakter peserta didik. Pada kegiatan kali ini, siswa diajak menggali potensi mereka melalui pembelajaran Seni Budaya, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan mengembangkan nilai-nilai kerja sama, disiplin, serta rasa percaya diri.
Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai penampilan kreatif, seperti drama fabel dan fragmen bertema sistem organ pencernaan yang mengangkat fungsi organ pencernaan serta cara menjaga kesehatannya. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan, kolaboratif, dan bermakna.


