Edukasi Pertanian Berkelanjutan: Sekolah Reformasi Plus Pariti Gali Potensi Biochar Bersama Mr. Peter
PARITI, KUPANG, Reformasiedu.id-Dalam upaya mendorong kesadaran lingkungan dan kemandirian pangan sejak dini, Sekolah Reformasi Plus Pariti menggelar kegiatan sosialisasi inovatif mengenai pemanfaatan biochar (arang hayati) pada Jumat, (05/06/2026).
Kegiatan edukatif ini menghadirkan Mr. Peter sebagai pemateri utama dari wesley internasional school, malang yang juga pegiat lingkungan dan pertanian asal Australia dan diikuti dengan antusias oleh segenap siswa-siswi serta dewan guru.
Sosialisasi ini diinisiasi sebagai langkah preventif dan solutif untuk mengatasi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis secara berlebihan. Penggunaan pupuk kimia yang tidak terkontrol dalam jangka panjang diketahui dapat memicu degradasi lahan, merusak struktur tanah, dan membunuh ikroorganisme yang menguntungkan.
Secara ilmiah, biochar adalah arang berpori hasil dari proses pirolisis yaitu pembakaran biomassa padat kering tanpa atau dengan sedikit oksigen pada suhu tinggi. Ketika diaplikasikan dan dicampurkan ke dalam tanah, biochar tidak hanya bertindak sebagai pembenah tanah biasa, melainkan berfungsi sebagai agen retensi nutrien.
Beberapa keunggulan ilmiah biochar dalam menyuburkan tanah antara lain:
Biochar membantu tanah mengikat unsur hara penting (seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) agar tidak mudah tercuci oleh air hujan, Struktur pori-pori mikro pada biochar menjadi tempat tinggal yang ideal bagi mikroba rizosfer (bakteri dan jamur baik) yang membantu menyuburkan tanaman, Biochar juga mampu menahan kelembapan dan air di dalam tanah secara optimal, sehingga tanaman memiliki ketahanan yang lebih baik di musim, dan Penggunaan biochar membantu mengunci karbon di dalam tanah dalam jangka waktu ratusan tahun, yang berkontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim.
Salah satu keunggulan biochar yang dipaparkan dalam sosialisasi ini adalah bahan bakunya yang sangat melimpah dan ekonomis. Masyarakat atau petani dapat memproduksi biochar secara mandiri dengan memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan (biomassa) yang ada di sekitar mereka.
Bahan baku potensial tersebut meliputi:
1. Limbah Lignoselulosa, Hasil sisa pembakaran kayu kering dan ranting.
2. Sekam Padi (Padi Husk), Limbah penggilingan padi yang kaya akan silika.
3. Kotoran Hewan (Manure), Kotoran ternak kering yang sekaligus menambah kandungan unsur hara makro pada hasil akhir biochar.
Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa dan guru di Sekolah Reformasi Plus Pariti dapat menjadi agent of change (agen perubahan) yang mampu menularkan ilmu pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) ini kepada keluarga dan komunitas petani di sekitar Pariti, demi hasil panen yang lebih melimpah dan ekosistem tanah yang tetap lestari.

